PERLUASAN KONSEP ANTROLOGI

 PENULIS          : YESAYA BUDI HANDOYO
 NIM                  : 223300040014
JURUSAN         : HUKUM  Univ.Mpu Tantular

PERLUASAN KONSEP ANTROPLOGI

                                                            PERLUASAN KONSEP ANTROPOLOGI

Secara umum kita semua mengetahui bahwa Antropologi merupakan suatu cabang ilmu sosial yang membahas mengenai budaya masyarakat suatu etnis, dimana kebutuhan akan disiplin ilmu ini awalnya muncul karena adanya adanya ketertarikan dari orang Eropa yang melihat budaya, ciri-ciri fisik dan adat istiadat yang berbeda diwilayah-wilayah lainnya diluar Eropa.

Kata Antropologi berasal dari dua kata dari bahasa Yunani yaitu “Anthropos” yang berarti manusia dan “logos” yang berarti ilmu.

Jadi secara harfiah, Antropologi dapat didefinisikan sebagai suatu keilmuan yang mempelajari manusia dari segi keanekaragaman fisik, serta kebudayaannya.

lalu siapa obyek dari disiplin ilmu Antropology ini , ya tentu saja seperti penjelasan sebelumnya, yaitu :  Manusia,  Budaya,  Adat Istiadat dan Perilaku dari manusia itu sendiri. 

Ilmu disiplin Antropoli juga turut berkembang, sesuai dengan kebutuhan perkembangan jaman, pada akhirnya berfokus pada spesialisasi ilmu Antropologi , yang kita kenal sebagai perluasan Konsep Antropologi, yaitu 


          1. Kebudayaan

Antropologi budaya berfokus pada kebudayaan manusia atau cara hidup manusia dalam masyarakat.

Antropologi budaya merupakan studi mengenai praktek-praktek sosial, bentuk ekspresif dan penggunaan bahasa.

Antropologi Budaya terbagi atas :

  • Prehistori, mempelajari sejarah perkembangan, penyebaran dan terjadinya aneka kebudayaan manusia sebelum mengenal tulisan.
  • Etnolinguistik, membahas mengenai sejarah asal, perkembangan dan penyebaran aneka bahasa yang diucapkan manusia.
  • Etnologi, mempelajari kebudayaan-kebudayaan dalam kehidupan masyarakat dari sebanyak mungkin suku bangsa yang tersebar di dunia.
    • Etnolog antropologi diakronik diakronik meneliti seperangkat pola budaya suku bangsa yang telah menyebar di dunia.
    • Etnology Antropologi sinkronik mempelajari tingkah laku sosial dalam suatu lembaga seperti keluarga, kultur kebudayaan, sistem kekerabatan, tata hukum dan organisasi politik.


2. Evolusi

Mempelajari evolusi biologis dan budaya manusia, dulu dan sekarang. Berdasarkan pendekatan ilmiah, ia menyatukan bidang-bidang seperti arkeologi, ekologi perilaku, psikologi, primatologi, dan genetika.


3. Enkulturasi atau Pembudayaan 

Adalah proses mempelajari dan menysuaikan alam pikiran dan sikap individu dengan sistem    norma, adat, dan peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaannya.


4. Difusi 

Adalah salah satu bentuk penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari satu tempat ke tempat lainnya. Penyebaran ini biasanya dibawa oleh sekelompok manusia yang melakukan migrasi ke suatu tempat. Sehingga kebudayaan mereka turut melebur di daerah yang mereka tuju.

  

5. Akulturasi

Akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila terjadi percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi. Dalam akulturasi, sebagian menyerap secara selektif sedikit atau banyak unsur kebudayaan asing itu, sebagian berusaha menolak pengaruh itu


        6. Etnosentrisme

 Merupakan suatu persepsi atau pandangan yang dimiliki oleh masing- masing individu yang   menganggap bahwa kebudayaan yang dimilikinya lebih baik dari budaya lainnya atau           membanggakan budayanya sendiri dan mengganggap rendah budaya lain.


          7. Tradisi

Tradisi adalah budaya yang sudah turun-temurun dilakukan oleh sekelompok masyarakat di daerah tertentu disertai dengan sistem kepercayaan yang dianutnya.


         8. Ras dan Etnis

Ras atau etnis atau suku bangsa adalah suatu golongan atau kelompok manusia yang anggota-anggotanya mengidentifikasikan dirinya dengan sesamanya, biasanya berdasarkan garis keturunan yang dianggap sama.


          9. Stereotip

Penilaian seseorang atau kelompok tertentu terhadap orang atau kelompok tertentu dimana penilaian tersebut hanya berdasarkan persepsi atau prasangka yang belum tentu benar tapi dianggap benar dan digeneralisasikan sebagai suatu hal yang mendasari pemikiran kognitif orang atau kelompoknya.


      10. Kekerabatan

Adalah hubungan antara ibu kandung dan anak juga antara ayah kandung dan anak. Hubungan tersebut bukan hanya hubungan fisik tetapi juga hubungan spiritual. Kekerabatan merupakan hubungan yang diciptakan baik secara kandung maupun secara sosial misalnya adopsi.


         11. Migas

Budaya yang mempelajari bagaimana manusia yang memiliki keyakinan kepada kekuatan yang berasal dari lingkungan sekitar, dan mengandalkan kekuatan tersebut untuk memenuhi kebutuhannya.


           12 Tabu 

Tabu, pantangan, atau pantang larang adalah suatu pelarangan sosial yang kuat terhadap kata, benda, tindakan, atau orang yang dianggap tidak


           13. Perkawinan 

Budaya perkawinan dan aturannya yang berlaku pada suatu masyarakat atau pada suatu bangsa tidak terlepas dari pengaruh lingkungan dimana komunitas itu berada.


Demikian rangkuman pembelajaran Mata Kuliah Antropologi minggu kedua bersama dosen pengajar Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos.,M.Pd., M.I.Kom.


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

ANALISIS VISUAL DARI PERSPEKTIF ANTROPOLOGI

DINAMIKA MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

"MALANG"