ANALISIS VISUAL DARI PERSPEKTIF ANTROPOLOGI
ANALISIS VISUAL DARI PERSPEKTIF ANTROPOLOGI
Yesaya Budi Handoyo - NIM 223300040014
Fakultas Ilmu Hukum - Univ Mpu Tantular
Analisa Visual "Visual Analytics" adalah ilmu untuk melakukan Penalaran Analitik (data, pola atau tema) yang didukung dengan antar muka visual yang interaktif, dengan menggunakana fleksibilitas, kreativitas dan pengetahuan.
Dibawah ini ada 5 (lima) gambar yang dipaparkan menurut sudut pandang Antropologi dari penulis sebagai latihan untuk belajar melakukan Analisa Visual.
Demikian juga pembaca blog ini dapat melakukan hal yang sama melakukan Analisa Visual menurut sudut pandang Antropologinya masing-masing.
Gambar ke 1
Tema : Kurikulum Pelajaran Sekolah Dasar Yang Menjemukan
Dari gambar yang terlihat adalah seorang anak sekolah dasar (dengan seragam sekolah) dengan ekspresi jenuh yang sedang duduk di ruang kelas dengan meja dipenuhi buku dan pena yang terserak.
Analisa Visual yang dapat menggambarkan situasi tersebut adalah adanya tekanan dan ketidak puasan dari anak sekolah dasar atas (mungkin) pelajaran yang ia terima, padatnya jam belajar atau ketidaksukaan atas mata pelajaran yang sedang ia kerjakan.
Gambar ke 2
Tema : Situasi Belajar Mengajar di Sekolah Dasar di Daerah Pedalaman.
Dari gambar terlihat sebuah ruang kelas dengan tembok dari ayaman batang pohon yang didalamnya terdapat seorang guru tanpa seragam dinas dan hanya memakai sandal jepit sedang mengajar di kelas sekolah dasar dimana anak-anak siswanya, walaupun memakai seragam sekolah dasar namun tidak memakai alas kaki dan ada yang hanya memakai sandal.
Analisa Visual yang menggambarkan situasi tersebut adalah kegiatan mengajar disebuah sekolah dasar yang mungkin berada dipedalaman (dan jauh dari kota) dengan fasilitas seadanya, termasuk guru yang mengajar kemungkinan adalah tenaga sukarela, namun semangat dari siswa-siswa untuk bersekolah cukup tinggi, sekalipun tidak punya sepati dan kondisi runag kelas yang hanya dibatasi oleh batang kayu.
Semangat belajar dari siswa-siswa tersebut terlihat ketika ada satu siswa yang maju kedepan kelas untuk membacakan plajaran bagi kawan-kawannya.
Gambar ke 3
Tema : Pelanggaran Lalu Lintas Dengan Sengaja Berputar Arah.
Dari gambar terlihat sebuah kolom jeda pada jalan raya dengan tanda lalu lintas dilarang berputar arah, namun tampak beberapa kendaraan bermotor dengan sengaja melakukan pelanggaran dan melakukan berputar arah sekalipun ada tanda peringatan lalu lintas, sekalipun volume kendaraan sedang tidak padat.
Analisa Visual yang menggambarkan situasi tersebut adalah bahwa kemampuan ekonomi seseorang memiliki sebuah alat tranportasi (seperti sepeda motor) serta Surat Ijin Mengemudi (SIM) tidak menjamin pengendara menjadi taat pada peraturan, sekalipun pelanggaran lalu lintas tersebut berpotensi mengakibatkan kecelakaan yang membahayakan orang lain.
Gambar ke 4
Tema : Pelanggaran Lalu Lintas Dengan Sengaja Menerobos Palang Lintasan Khusus Kereta Api.
Dari gambar terlihat para pengendara sepeda motor dengan sengaja menerobos dengan mengangkat palang penghalang khusus lintasan kereta api.
Analisa Visual yang menggambarkan situasi tersebut adanya semacam keterbatasan waktu oleh karena kesibukan di kota-kota besar sering kali mengabaikan peraturan sekalipun pelanggaran yang dibuat sungguh membahayakan keselamatan jiwa (tertabrak kereta api).
Gambar ke 5
Tema : Melebihi Kapasitas "Over Load".
Dari gambar terlihat pengendara sepeda motor yang sengan membawa barang-barang (Mie kardus dan jajanan instan) yang melebihi kapasitas (berat dan lebarnya).
Analisa Visual yang digambarkan adalah beban yang ditanggung yang melampui kapasitas normal, dimana sepeda motor yang dibuat seharusnya untuk membawa maksimal 2 orang tanpa bagasi, namun dipaksakan untuk membawa barang-barang yang melebihi kapasitas.
Pengendara tanpa memikirkan keselamatan diri sendiri dan orang lain demi penghematan biaya tranportasi usaha, melakukan perbuatan yang berisiko (berbahaya) karena bila terjadi kecelakaan, tidak hanya akan mencederai pengendara tapi juga berpotensi kerusakan pada barang bawaan.
Resiko tersebut sekalipun dipahami oleh pengendara, namun dengan pertimbangan (penghematan tranpostasi biaya angkut usaha) kadang tetap dipilihnya.
Dari ke 5 (lima) gambar tersebut, bisa saja kita melihat sudut pandang yang berbeda, karena setiap orang dibangun atas dasar pengetahuan dan pengalaman yang berbeda dan dari lingkungan yang berbeda, sehingga setiap analisa visula bisa saja menceritakan kepda kita lebih banyak lagi dibanding narasi yang kita buat.
Terima kasih.
Tks. semakin cerdas menggunakan bahasa sederhana dan mampu melihat identifikasi masalah yang ada melalui visual dilingkungan kita . salam sehat !
ReplyDelete