"MALANG"

 




MALANG

(Yesaya Budi Handoyo, Fak Ilmu Hukum, Univ Mpu Tantular)


LATAR BELAKANG

Nama kota "Malang" secara pasti mempunyai banyak sumber, namun sumber resmi dari pemerintah, melalui Departemen Pendidikan cq. Dirjen Kebudayaan, menyebutkan asal nama kota "Malang" berasal dari sejarah ketika kerajaan Mataram hendak memperluas wilayah kerajaan hingga kebagian timur pulau jawa, raja Mataram ,yaitu Sultan Agung mengutus Tumenggung Alap Alap sebagai salah satu panglimanya untuk mengusai bagian timur pulau jawa melalui jalur tengah.

Dalam ekspedisi tersebut pasukan Tumenggung Alap Alap memasuki sebuah wilayah dimana penduduk disana menutupi jalur yang akan dilalui dnegan merobohkan pohon - pohon, sehingga pasukan tersebut sangat terhambat untuk menuju pusat timur Jawa (Surabaya).

Dalam kondisi terhalang, pasukan Temenggung Alap Alap juga mendapat serangan hebat dari balatentera yang dipimpin oleh seorang bupati bernama Ronggosukmo, yang kemudian bisa mempertahankan wilayah tersebut dari pasukan Tumenggung Alap Alap.

Sejak peristiwa tersebut, maka banyak orang menyebut wilayah tersebut sebagai daerah malang yang artinya "penghalang" sehingga pasukan Tumenggung Alap Alap tidak bisa memasuki wilayah pusat timur Jawa (Surabaya).

nama sebutan "malang" kemudian menjadi nama wilayah Jawa Timur yang bernama "Malang" dengan luas wilayah kurang lebih 145,28 kilometer persegi.


BAHASA

Bahasa daerah Malang, hampir sama seperti bahasa diwilayah Jawa Timur, namun memiliki dialek yang berciri masing-masing.

Dialek adalah penutur atau pengucapan kata (dalam bahasa Jawa Timur) yang terbentuk oleh kondisi geografi, sejarah, dan norma bergaul masyarakat, dimana untuk wilayah Malang disebut dengan bahasa walikan. 

Bahasa walikan (mengucapkan dengan terbalik) di Kota Malang dahulu dipergunakan sebagai komunikasi militer. Bisa juga disebut bahasa sandi atau kode. Dipakai oleh para pejuang untuk membedakan mana yang benar-benar pejuang dan musuh. 

Budaya bahasa walikan khas Malang ini muncul pada sekitar tahun 1949 untuk menghalau penjajah yang sedang menduduki kota Malang saat itu yaitu Belanda. Hingga saat ini tradisi penggunaan bahasa walikan ini masih lestari. Masyarakat Malang memakai bahasa ini untuk berkomunikasi dengan rekan sebaya, atau bisa disebut juga bahasa gaulnya anak Malang.


MASYARAKAT MALANG

Hampir dapat dikatakan sikap dan ciri masyarakat malang tidak berbeda dengan kepribadian secara umum masyarakat Jawa Timur, diantaranya memiliki rasa setia kawan yang tinggi, lebih terbuka (bicara apa adanya) apabila dibandingkan dengan penduduk wilayah Jawa Tengah, tingkat karajinan dan daya tahan yang lebih tangguh.

Masyarakat Malang, lebih memiliki rasa fanatisme terhadap daerahnya dibanding wilayah Jawa Timur lainnya, dan terkenal dengan sebutan "Arema" (Arek Malang), sebagai indentitas pembeda dengan masyarakat Jawa Timur lainnya.

Sikap mau terbuka terhadap budaya luar juga membuat kota Malang (secara khusus) menjadi kota pendidikan dimana banyak perguruan tinggi terkenal yang mendirikan pusat pendidikan disana,.

KESENIAN 

Beberapa kesenian yang menajadi ciri khas kota Malang, yaitu :

  1. Seni Pahat Topeng Budaya Khas Malang
  1. Seni Wayang Topeng malang
  1. Seni Baskalan Putri
  1. Seni Bantengan
Seni pemahatan topeng asli bercirikan khas Malang, berada pada pahatan kayunya dan corak dari topeng yang lebih ke arah realis serta menggambarkan secara jelas seperti karakter seseorang.


Seni Tarian Topeng Malang adalah rangkaian pertunjukan tarian oleh  orang yang wajahnya ditutupi topeng dengan diiringi alunan merdu suara gamelan (wayang topeng Malang termasuk dalam daftar 8 kesenian Jawa Timur dan salah satu dari warisan budaya tak benda nasional.

Seni Tari Beskalan Putri merupakan tarian ritual dan berkembang pada tahun 1930-an, biasaya tarian ini diadakan pada saat ritual yang berkaitan dengan ritus tanah atau kesuburan tanah. Tari ini juga menggambarkann  tentang  perilaku yang diinginkan pada saat remaja.Tari beskalan disajikan secara berkelompok, ada  empat penari, para penari menggunakan aksesoris penari yaitu kemben berwana hitam, hiasan kepala, dan selendang atau sampur. Gerakan dari penari sangat lincah dan anggun, menggambarkann kelincahan dan kecantikan seorang wanita.

Kesenian Bantengan adalah seni pertunjukan yang dimainkan oleh tokoh sentral berupa topeng banteng. Kesenian ini dimainkan oleh dua orang yang pertama pemain berperan sebagai kaki depan dan pemegang kepala banteng sebagai pengontrol. Pemain satunya berperan sebagai kaki belakang dan  menjadi ekornya. Topeng yang dipakai para pelaku seni tari Bantengan terbuat dari kayu dan dengan tanduk asli banteng khas buatan Malang.


Demikian sekilas yang dapat diceritakan tentang "Malang", terima kasih.


sumber perpustakaan.

- Dirjen Kebudayaan Asal-usul Nama Kota Malang - Ditjen Kebudayaan (kemdikbud.go.id)

- Sifat & Kebiasaan Orang jawa , Gremedia, Sifat & Kebiasaan Orang Jawa - Best Seller Gramedia

- Sejarah Perang Kemerdekaan kota Malang malang jaman belanda - Google Search 

Comments

  1. Tks yaa tambah ilmu tentang kota Malang . Bermanfaat sekali . Salam sehat

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

ANALISIS VISUAL DARI PERSPEKTIF ANTROPOLOGI

DINAMIKA MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN