DINAMIKA MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
Latar Belakang
Dinamika menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) mempunyai pengertian sebagai "bergerak" , yang dalam ilmu fisika diartikan sebagai "sesuatu (benda) yang bergerak atau berhubungan dengan gerakan (bisa berulang atau sekali).
Masyarakat merupakan sekumpulan manusia yang bergaul dan saling berinteraksi (namun tidak semua kumpulan manusia berarti masyarakat.
Kebudayaan sebagai keseluruhan system gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan mikik diri manusia dengan belajar.
Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa "Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan" adalah gambaran bagaimana berlangsungnya sebuah proses (pergeseran) didalam seluruh lini (bagian) dari masyarakat dan kebudayaan manusia didunia ini.
Konsepsi Khusus Pergeseran Masyarakat dan Kebudayaan
Konsepsi adalah representasi (gambaran yang mewakili sesuatu) dari sebuah objek atau peristiwa atau sebuah ide.
Pergeseran di dalam masyarakat dan kebudayaan juga demikian, apabila diteliti lebih dalam, bisa nampak adanya sebuah ide atau gagasan yang bisa dikonsepkan sebagai sebuah mekanisme bagaimana proses pergeseran itu terjadi.
Didalam Ilmu Antropologi, pergeseran masyarakat dan kebudayaan dinyatakan dalam beberapa bentuk konsepsi yang dipelajari didalam ilmu Dinamika Sosia "Social Dynamics", yang melahirkan beberapa pemikiran, yaitu:
A. Pemikiran Belajar Kebudayaan Sendiri
1. Konsepsi secara Internalisasi (Internalization)
Sebuah proses panjang sejak seseorang individu dilahirkan sampai dengan ia meninggal, dimana individu tersebut belajar menanamkan dalam kepribadiannya segala perasaan, hasrat, nafsu dan emosi yang diperlukan sepanjang hidupnya.
2. Konsepsi secara Sosialisasi (Socialization)
Adalah proses belajar kebudayaan dalam hubungan dengan sistem sosial, dimana indivisu belajar pola-pola tindakan dalam interaksi dengan segala macam individu sekelilingnya yang menduduki beraneka macam peranan sosial yang mungkin ada dalam kehidupan sehari-hari
3. Konsepsi secara Enkulturasi (Enculturation)
Sebuah pembudayaan dari seorang individu dalam mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan adat, sistim, norma dan peraturan yang hidup dalam kebudayaannya.
B. Pemikiran Evolusi Sosial Kebudayaan (Cultural Evolution)
Yaitu sebuah konsep yang menggambarkan bahwa mempelajari evolusi dari sebuah masyarakat dan kebudayaan dapat dianalisis baik secara miro (lingkup yang kecil) "Microscopic" maupun secara makro (lingkup yang besar) "Macroscopic".
Proses ini (Microscopic dan Macroscopic) dapat dilakukan secara berulang-ulang (recurrent proceses) atau dalam batasan sebuah arah tertentu (directional processes), atau juga kombinasi dari keduanya.
1. Proses berulang-ulang (recurrent proceses).
Pada tahun 1920 , muncul pemikiran untuk lebih mengutamakan mempelajari evolusi sosial budaya secara Microscopic (lingkup kecil), setelah pada masa-masa sebelumnya para ahli antropologi selalu memakai konsep pendekatan pada adat-istiadat dengan metode melihat kelaziman dan kebiasaan yang sudah ada pada obyek masyarakat yang sedang ditelitinya.
Pendekatan kelaziman yang berubah dengan pendekatan melalui proses berulang-ulang adalah pendekatan yang tidak hanya pada kelaziman atas kebiasaan, sikap dan tingkah laku yang telah ada, tetapi juga kepada bagian yang mungkin bertentangan dengan kaliziman yang ada.
Pendekatan atas setiap perubahan-perubahan yang datang dari persamaan (kelaziman) atau adanya perbedaan diteliti dan dipelajari secara teliti untuk bisa menyimpulkan bagaimana proses evolusi itu terjadi.
2. Proses yang menuju pada arah tertentu (directional proceses),
Adalah pemikiran yang meihat secara Macroscopic (lingkup yang besar) evolusi sosial budaya itu terjadi dengan memakai pendekatan atas interval waktu yangh lebih panjang (mungkin beberapa ratus tahun sebelumnya) sehingga akan nampak kearah mana perkembangan dan kebudayaan dari sebuah masyarakat bergerak (dinamika).
C. Pemikiran Difusi (Pembauran)
Dalam ilmu Paleontropologi, secara teori manusia pada awalnya berada pada benua Afrika yang lalu menyebar (migrasi) kesegala penjuru dunia (Penyebaran Manusia), dan penyebaran itu juga membawa pembauran atas sosial budaya yang dibawanya lalu terjadi proses pembauran dengan kondisi alam dan lingkungan dimana penyebaran itu terjadi.
Atas perilaku tersebut, akhirnya kita bisa melihat banyak keaneka ragaman budaya (Penyebaran Unsur-Unsur Kebudayaan) didalam kelompok masyarakat yang bercirikan daerahnya masing-masing.
D. Pemikiran Akulturasi Dan Asimilasi
Akulturasi dalam ilmu Antropologi adalah bercampurnya (perpaduan) antar budaya yang kemudian menghasilkan budaya baru tanpa menghilangkan unsur-unsur asli dalam budaya tersebut.
Dalam proses akulturasi ini, bisa saja pencampuran dari budaya lama dengan budaya baru, atau budaya dari luar daerah ke wilayah baru yang manghasilkan sebuah budaya baru sebagai akibat proses sosial .
Asimilasi adalah proses peleburan atau penyesuaian dari sebuah tingkat budaya dari yang mayoritas dan tingkat budaya yang minoritas.
Dalam asimilasi dibutuhkan waktu yang saling bersentuhan dibidang
1. golongan manusia dengan latar belakang yang berbeda
2. saling bergaul secara intensif
3. adanya sifat yang khas yang timbula dari proses asimilasi tersebut.
E. Pemikiran Pembaruan Dan Inovasi Belajar Kebudayaan Sendiri
Proses terciptanya "Pembaruan" dan "Inovasi" budaya yang lahir dan timbul oleh evolusi dari kebudayaan yang lama, dimana konsep ini adalah pemikiran baru yang berhubungan dengan adanya:
1. Inovasi (Penemuan) hal-hal baru.
Yaitu proses pembaruan dan penggunaan sumber-sumber alam, energi dan modal, termasuk ilmu pengetahuan baru yang disertai penggunaan teknologi, yang berakibatnya adanya dinamika pembaruan kebudayaan .
2. Pendorong Penemuan (Inovasi) baru
Ada hal perangsang sehingga tercipatnya sebuah penemuan dan inovasi pada sebuah kebudayaan, yaitu
- Kesadaran dari masyarakat adanya kekurangan dalam budaya mereka
- Mutu dan Kwalitas dari pada ahli dalam kebudayaan itu sendiri
- Adanya sistem yang merangsang aktivitas terciptanya inovasi atau penemuan baru
3. Inovasi dan Evolusi
Setiap inovasi dari kebudayaan pada masanya akan berproses didalam sebuah mekanisme evolusi yang akan akan menseleksi secara alamiah budaya baru (yang timbul dari inovasi) tersebut.
Evolusi terjadi untuk membawa inovasi budaya baru tersebut menjadi susuai dengan kalaziman pada masyarakat yang pada akhirnya menjadi tolak ukur peradaban di masyarakat itu sendiri.
Demikian catatatan ini dibuat guna seperlunya.
salam.
Yesaya Budi Handoyo
Mpu Tantular, Ilmu Hukum.
Tks sudah berbagi Pak
ReplyDelete